pagi ini dingin
sedingin kau
dan tiba-tiba saja aku jenuh dengan putaran ini
ya
selalu begitu
walau aku selama ini tak banyak ekspektasi
tapi tetap saja apa yang kau lakukan membuat aku bertanya-tanya
sedang apa kita?
mencari di kala sepi
meninggalkan lagi
tapi itu kau, aku tidak
mau jadi apa kita?
arahnya jadi tak menentu begini
aku jenuh dengan semua ini
tapi tak siap jika meninggalkannya
begitukah denganmu?
ketika aku pergi menjauh, kau menemukan aku sebagai rumah
dan aku kembali mendekat
ah...
Tampilkan postingan dengan label hatihatihati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hatihatihati. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 25 Agustus 2012
k.i.t.a
selalu begini
ya
kita selalu begini
bagaimana?
mencari dikala sepi
meninggalkan di kala ramai
ya tentu
karena kita teman
ya
kita selalu begini
bagaimana?
mencari dikala sepi
meninggalkan di kala ramai
ya tentu
karena kita teman
Selasa, 14 Agustus 2012
kado darimu
jika..andai...jikalau aku boleh meminta sesuatu darimu di hari ulang tahunku ini
maka yang kuminta, apa yang dulu kita semai bisa berkembang lagi...
karena sungguh, kita bahagia jika bersama, bukan begitu?
di saat salah satu dari kita hilang, ada rasa aneh bukan kepalang...
aku rumahmu, tempatmu kembali
rumahmu, surgamu
maka yang kuminta, apa yang dulu kita semai bisa berkembang lagi...
karena sungguh, kita bahagia jika bersama, bukan begitu?
di saat salah satu dari kita hilang, ada rasa aneh bukan kepalang...
aku rumahmu, tempatmu kembali
rumahmu, surgamu
di hari yang sakral ini
Duhai Allah, terima kasih Kau mengizinkan aku mencecap manis pahit kehidupan hingga usiaku sekarang... Sungguh tak sepatutnya aku banyak mengeluh lagi, betapa banyaknya nikmatmu yang mungkin sering kudustakan...
Teruntuk Ibu dan Ayah, terima kasih menghadirkan aku ke dunia penuh cinta...
Kalian tahu? Rasanya ini ulang tahunku yang paling membuatku sedih..
Awal tahun lalu, aku kira aku bisa mengundangmu pulang Yah, untuk hadir di wisudaku, tapi ternyata aku belum bisa membutmu bangga...
Berbulan-bulan lalu Bu, aku merepotkanmu dengan tingkah tak dewasa..
Aku minta maaf untuk keberhasilanku yang tertunda..
Kalian selalu menguatkan aku...
Di hari yang sakral ini, semoga aku senantiasa bersyukur dan berjuang.. untuk senyuman kalian...
i love you :*
Teruntuk Ibu dan Ayah, terima kasih menghadirkan aku ke dunia penuh cinta...
Kalian tahu? Rasanya ini ulang tahunku yang paling membuatku sedih..
Awal tahun lalu, aku kira aku bisa mengundangmu pulang Yah, untuk hadir di wisudaku, tapi ternyata aku belum bisa membutmu bangga...
Berbulan-bulan lalu Bu, aku merepotkanmu dengan tingkah tak dewasa..
Aku minta maaf untuk keberhasilanku yang tertunda..
Kalian selalu menguatkan aku...
Di hari yang sakral ini, semoga aku senantiasa bersyukur dan berjuang.. untuk senyuman kalian...
i love you :*
entah mana yang buatku haru
Tertanggal 14 Agustus 2012, ketika usiaku lagi-lagi berkurang jatahnya...
Aku tak berusaha membuatmu ingat, karena aku berkeyakinan kau takkan lupa
sekalipun kau bilang momen ini tak ada spesialnya..
Lalu tiba-tiba, kau bilang kau baru ingat ini tanggal 14, tanggalku
Kau bilang tak ingin mengucapkan apa-apa
Tak ingin memberikan doa yang dikhususkan hari ini karena doa yang kontinu lebih baik
Kau pun tak mau memberi tahu apa yang kau doakan untukku, karena doa yang tidak diketahui lebih baik
Kau pun akhirnya hanya memberi semangat (lagi), yang kau bilang tak khusus untuk hari ini juga
kau akhiri semua dengan kalimat : Semangat ya!
Kau memang bukan pujangga, bukan pula pencipta lagu, sebetulnya kata-katamu pun tak romantis...
entah mana yang buatku haru..
mungkin karena kau yang mengucapkannya, entahlah...
Terima kasih..
Kita sematkan doa di tiap tangan menengadah ya :)
Aku tak berusaha membuatmu ingat, karena aku berkeyakinan kau takkan lupa
sekalipun kau bilang momen ini tak ada spesialnya..
Lalu tiba-tiba, kau bilang kau baru ingat ini tanggal 14, tanggalku
Kau bilang tak ingin mengucapkan apa-apa
Tak ingin memberikan doa yang dikhususkan hari ini karena doa yang kontinu lebih baik
Kau pun tak mau memberi tahu apa yang kau doakan untukku, karena doa yang tidak diketahui lebih baik
Kau pun akhirnya hanya memberi semangat (lagi), yang kau bilang tak khusus untuk hari ini juga
kau akhiri semua dengan kalimat : Semangat ya!
Kau memang bukan pujangga, bukan pula pencipta lagu, sebetulnya kata-katamu pun tak romantis...
entah mana yang buatku haru..
mungkin karena kau yang mengucapkannya, entahlah...
Terima kasih..
Kita sematkan doa di tiap tangan menengadah ya :)
Kamis, 26 Juli 2012
Repost: teruntuk pencinta Semeru
(Minggu, 3 Juli 2011)
Aku akan mendaki Semeru
kan kuteriakkan namamu dengan lantang
agar awan membingkainya
dan menurunkanmu dalam hujan di kala yang tepat
Kan kususuri tepian pantai
kularukan rinduku di sana
biar dibawa debur ombak yang suatu saat akan kembali
di kala yang tepat
Aku akan mendaki Semeru
kan kuteriakkan namamu dengan lantang
agar awan membingkainya
dan menurunkanmu dalam hujan di kala yang tepat
Kan kususuri tepian pantai
kularukan rinduku di sana
biar dibawa debur ombak yang suatu saat akan kembali
di kala yang tepat
Aku : entah apa namanya
Tahun ini, tahun ke 6 kuucapkan selamat bertambah usia...
tapi tahun ke 5 rasa sayang itu singgah di hatiku.
bukan, bukan karena aku tak lagi menyayangimu saat ini, tapi di tahun pertama rasa itu belum lagi tersemai.
membicarakan ulang tahunmu ke 17 membuat kita tertawa renyah, kita sama-sama ingat betapa kikukknya aku bersalaman denganmu. dan kemudian hari itu menjadi awal sejarah bagi hubungan kita.
Mungkin benih itu sudah ada hingga akhirnya tersemai di penghujung juli.
Tahun-tahun kemudian setiap "peringatan" menjadi hal yang indah untuk kita.
dua tahun lalu, peringatan itu justru menjadi sakit bagimu karena cintaku berpaling muka, meski hanya sementara.
tapi tahun berikutnya dan tahun ini peringatan itu menjadi sakit bagiku karena kau tak lagi punya perasaan padaku, meski kita masih berteman.
Kau bukanlah orang yang suka peringatan ulang tahun, tapi aku selalu berkata ulang tahun adalah momentum untuk kita kembali memanaskan diri menggapai mimpi. Kau ingat kan pernah mengirimkan mimpimu padaku, begitu juga denganku. Mungkin kita sama-sama berpikir kita sama-sama memperjuangkan. tapi taukah kau? aku butuh kau untuk selalu mengingatkan bahwa aku memiliki mimpi yang harus kukejar.
di ulang tahunmu yang ke 22, dikala dunia menuntut kita untuk matang, aku berdoa agar mimpimu dapat kau capai. dan aku berharap aku bisa menjadi bagian dalam mimpi itu.
ketika mimpi pertamamu adalah khusnul khotimah, aku tersentak, aku bahkan tak pernah memikirkan itu. lalu akupun mengikutimu untuk bermimpi seperti itu. karena memang begitu seharusnya. Kau bilang, kau sangat ingin berjihad ke Palestina, andaikan itu jalanmu semoga itu yang membawamu ke surga-Nya.
Kau ingin menjadi hafidz, pun denganku. setidaknya untuk menjadi contoh anak-anak kita kelak. Seberapa besar kita sudah berusaha? Semoga kita bisa :)
menunaikan haji, menggenapkan rukun islam. sampai detik ini aku masih ingin datang ke rumah Allah bersamamu. Semoga keinginanmu dan aku tercapai.
Memberangkatkan orang tua untuk haji. Adalah sebuah pengabdian seorang anak pada orang tuanya. terlebih untukku karena orang tuaku belum menjejakkan kakinya di tanah suci. Semoga dikabulkan.
lalu impianmu adalah menjadi dokter yang tangguh, seperti apa yang kuimpikan. semoga doamu dan doaku tekabul.
Impianmu yang satu ini adalah impian kita di masa lalu, menikan di tahun 2013 dan 2014. Masih menjadi rahasia sampai memang sampai waktunya, Tapi sungguh, di dalam relung hatiku yang terdalam, aku ingin menjai bagian dari pernikahanmu. bukan, bukan menjadi penggembira tapi menjadi pendampingmu. Seperti mimpi yang kita rajut dahulu. Kau tahu, aku menyayangimu ;)
ah mimpimu banyak sekali dan sunguh sangat besar :)
Izinkan aku menunggumu turun dari Rinjani, Semeru, Kerinci, Carstensz Pyramid, Kilimanjaro, Elbruz, lalu menyambutmu dengan pelukan hangat. atau mungkin aku ikut bersamamu meniti setiap bebatuan dalam pendakian.
Lalu aku akan mendengarkan ceritamu selepas penyelaman di Raja Ampat, perairan Bangka, dan semua perairan yang indah menurutmu. Aku hanya bisa mendengar, karena aku tak bisa berenang.
Lalu, izinkan aku mendampingimu mengelilingi bumi Indonesia dan seluruh bentangan dunia.
Semoga doamu dikabulkan.
dan doa tumpanganku juga.
Selamat ulang tahun ke 22 untukmu seseorang yang masih saja bertengger di hatiku meski aku tau ka suka pada orang lain. Waktu bisa merubah segalanya. dan aku bisa memperjuangkan apa yang aku bisa.
tapi tahun ke 5 rasa sayang itu singgah di hatiku.
bukan, bukan karena aku tak lagi menyayangimu saat ini, tapi di tahun pertama rasa itu belum lagi tersemai.
membicarakan ulang tahunmu ke 17 membuat kita tertawa renyah, kita sama-sama ingat betapa kikukknya aku bersalaman denganmu. dan kemudian hari itu menjadi awal sejarah bagi hubungan kita.
Mungkin benih itu sudah ada hingga akhirnya tersemai di penghujung juli.
Tahun-tahun kemudian setiap "peringatan" menjadi hal yang indah untuk kita.
dua tahun lalu, peringatan itu justru menjadi sakit bagimu karena cintaku berpaling muka, meski hanya sementara.
tapi tahun berikutnya dan tahun ini peringatan itu menjadi sakit bagiku karena kau tak lagi punya perasaan padaku, meski kita masih berteman.
Kau bukanlah orang yang suka peringatan ulang tahun, tapi aku selalu berkata ulang tahun adalah momentum untuk kita kembali memanaskan diri menggapai mimpi. Kau ingat kan pernah mengirimkan mimpimu padaku, begitu juga denganku. Mungkin kita sama-sama berpikir kita sama-sama memperjuangkan. tapi taukah kau? aku butuh kau untuk selalu mengingatkan bahwa aku memiliki mimpi yang harus kukejar.
di ulang tahunmu yang ke 22, dikala dunia menuntut kita untuk matang, aku berdoa agar mimpimu dapat kau capai. dan aku berharap aku bisa menjadi bagian dalam mimpi itu.
ketika mimpi pertamamu adalah khusnul khotimah, aku tersentak, aku bahkan tak pernah memikirkan itu. lalu akupun mengikutimu untuk bermimpi seperti itu. karena memang begitu seharusnya. Kau bilang, kau sangat ingin berjihad ke Palestina, andaikan itu jalanmu semoga itu yang membawamu ke surga-Nya.
Kau ingin menjadi hafidz, pun denganku. setidaknya untuk menjadi contoh anak-anak kita kelak. Seberapa besar kita sudah berusaha? Semoga kita bisa :)
menunaikan haji, menggenapkan rukun islam. sampai detik ini aku masih ingin datang ke rumah Allah bersamamu. Semoga keinginanmu dan aku tercapai.
Memberangkatkan orang tua untuk haji. Adalah sebuah pengabdian seorang anak pada orang tuanya. terlebih untukku karena orang tuaku belum menjejakkan kakinya di tanah suci. Semoga dikabulkan.
lalu impianmu adalah menjadi dokter yang tangguh, seperti apa yang kuimpikan. semoga doamu dan doaku tekabul.
Impianmu yang satu ini adalah impian kita di masa lalu, menikan di tahun 2013 dan 2014. Masih menjadi rahasia sampai memang sampai waktunya, Tapi sungguh, di dalam relung hatiku yang terdalam, aku ingin menjai bagian dari pernikahanmu. bukan, bukan menjadi penggembira tapi menjadi pendampingmu. Seperti mimpi yang kita rajut dahulu. Kau tahu, aku menyayangimu ;)
ah mimpimu banyak sekali dan sunguh sangat besar :)
Izinkan aku menunggumu turun dari Rinjani, Semeru, Kerinci, Carstensz Pyramid, Kilimanjaro, Elbruz, lalu menyambutmu dengan pelukan hangat. atau mungkin aku ikut bersamamu meniti setiap bebatuan dalam pendakian.
Lalu aku akan mendengarkan ceritamu selepas penyelaman di Raja Ampat, perairan Bangka, dan semua perairan yang indah menurutmu. Aku hanya bisa mendengar, karena aku tak bisa berenang.
Lalu, izinkan aku mendampingimu mengelilingi bumi Indonesia dan seluruh bentangan dunia.
Semoga doamu dikabulkan.
dan doa tumpanganku juga.
Selamat ulang tahun ke 22 untukmu seseorang yang masih saja bertengger di hatiku meski aku tau ka suka pada orang lain. Waktu bisa merubah segalanya. dan aku bisa memperjuangkan apa yang aku bisa.
Minggu, 15 Juli 2012
berbincang denganmu
Kemarin kita bertemu setelah 2 bulan tak bertatap muka, dan entah berapa bulan setelah hubungan kita sebagai pasangan berakhir.
Aku kebingungan tentang apa yang harus aku katakan atau lakukan. Tapi setelah bertemu denganmu, semua mengalir begitu saja, seperti saat kita merajut benang-benang cinta di waktu lalu. Kau masih punya candaan yang hebat membuatkan tak pernah berhenti tertawa. Kita masih bisa bercakap-cakap dan tertawa renyah. Ah sial, aku mulai berekspektasi. Harus punya seribu alasan untuk tidak menganggap kau mencintaiku.
Darimu aku tahu bahwa di usia kita, tak hanya kami kaum hawa yang galau asmara, kalian pun para adam sama saja. Sama-sama sedang memikirkan indahnya pernikahan. Menggelikan ternyata. Tapi artinya itu normal. Kita berbincang tentang pernikahan di 2/4 pertemuan, dan sisanya cerita lain. Sayangnya bukan pernikahan kita yang kita bicarakan. Tapi pernikahanku dengan seseorang dan kau dengan seseorang pula.
(dalam benakku aku masih sangat ingin menikah denganmu, menyelaraskan mimpiku dengan mimpimu).
Kita bicara tentang betapa bingungnya kita menyampaikan mimpi kita pada keluarga dan lebih suka berbincang berdua tentang ini. Sampai di tengah pembicaraan kau berkata "Istriku kelak harus siap kalau aku mati muda. Karena impianku adalah berjuang di Palestina.". Hatiku bergetar dan bertanya pada diriku sendiri, siapkah aku? Lalu aku menenangkan diri dan berkata "kau harus siap, karena jika memang iya kau menjadi istrinya kau akan mencecap harumnya surga". Aku jadi teringan post-it yang aku tempelkan di museum KAA. Kata pemandu di sana, silakan tulis keinginan dan tempel di negara yang diinginkan. Kau tahu? yang kupikirkan dirimu...dan inilah hasilnya
Aku menuliskan "Seseorang memliki mimpi pergi ke sini. dr.XXXXXXXXXX, semoga ia sampai, lalu kutempelkan di Palestina.
Kau bilang kau tidak pernah menutup segala kemungkinan. Lalu kupituskan untuk selalu tulus, tidak berekspektasi.
Semoga yang terbaik terjadi untuk kita berdua :)
Minggu, 08 Juli 2012
Jatuh cinta padamu (lagi)
Orang-orang yang jatuh cinta terkadang terbelenggu oleh ilusi yang
diciptakannya sendiri. Ia tak kuasa membedakan mana yang benar-benar
nyata, mana yang hasil kreasinya yang sedang memendam rindu.
Kejadian-kejadian kecil, cukup sudah untuk membuatnya senang. Merasa
seolah-olah itu kabar baik. Padahal saat ia tahu kalau itu hanya bualan
perasaannya, maka saat itulah hatinya akan hancur berkeping-keping.
Patah hati! Menuduh seseorang itu mempermainkan dirinya. (Tere Liye).
dan seseorang itu adalah dia... ya dia.. dia yang memintaku melepaskan ikatan kami.. dia yang mencari ruang untuk bercerita.. dan pada akhirnya ruang itu adalah aku..
dan pilihannya membuatku membentu ilusi. ketidaknyataan. kreasi yang membumbung tinggi karena aku merajut rindu padanya.
mungkin kau mendengar "kicauanku" beberapa kali: Selalu seperti itu, seperti ada telepati antara kita
aahhh sepertinya itu ilusiku...
saat aku memikirkan dia,tapi mengurungkan niat untuk sekadar mengirim pesan singkat, pesannya yang datang lebih dulu. untuk hal-hal yang mungkin tak terlalu penting atau tak terduga.
"bagaimana perkembangan skripsimu?" atau "bisa beli pulsa?"
lalu kata-kata itu berubah menjadi percakapan, dengan kesepakatan yang kami : tidak ada pesan tentang perasaan. jadi segala bentuk rindu harus kutikam.
Aku selalu merasa semua itu telepati, ya telepati antara kami. Aku menganggap dia rindu padaku, tapi terlalu malu untuk berterus terang. Aku sendiri yang menciptakan cerita tentang perasaannya.
Kau tahu betapa riangnya aku saat menerima pesan singkat itu?
Andaikan ia melihat binar mataku dan simpul senyumku mungkin ia akan kembali jatuh cinta padaku (sial, aku kembali beilusi).
lalu ketika tiba-tiba ia pergi tanpa kabar, hati mulai risau memikirkan, desakan hati untuk bertanya semakin kuat : "kenapa kau mempermainkan aku?". Lalu dia berkata "aku tak pernah berniat mempermainkanmu."
Aaaah... aku jatuh cinta (lagi). berilusi. sejuta bualan perasaan. sadar. hancur berkeping-keping. tapi tetap aku jatuh cinta (lagi) padanya.
dan di sisi yang lain, ia jatuh cinta pada bidadarinya. Adakah ia juga berilusi sepertiku?
dan seseorang itu adalah dia... ya dia.. dia yang memintaku melepaskan ikatan kami.. dia yang mencari ruang untuk bercerita.. dan pada akhirnya ruang itu adalah aku..
dan pilihannya membuatku membentu ilusi. ketidaknyataan. kreasi yang membumbung tinggi karena aku merajut rindu padanya.
mungkin kau mendengar "kicauanku" beberapa kali: Selalu seperti itu, seperti ada telepati antara kita
aahhh sepertinya itu ilusiku...
saat aku memikirkan dia,tapi mengurungkan niat untuk sekadar mengirim pesan singkat, pesannya yang datang lebih dulu. untuk hal-hal yang mungkin tak terlalu penting atau tak terduga.
"bagaimana perkembangan skripsimu?" atau "bisa beli pulsa?"
lalu kata-kata itu berubah menjadi percakapan, dengan kesepakatan yang kami : tidak ada pesan tentang perasaan. jadi segala bentuk rindu harus kutikam.
Aku selalu merasa semua itu telepati, ya telepati antara kami. Aku menganggap dia rindu padaku, tapi terlalu malu untuk berterus terang. Aku sendiri yang menciptakan cerita tentang perasaannya.
Kau tahu betapa riangnya aku saat menerima pesan singkat itu?
Andaikan ia melihat binar mataku dan simpul senyumku mungkin ia akan kembali jatuh cinta padaku (sial, aku kembali beilusi).
lalu ketika tiba-tiba ia pergi tanpa kabar, hati mulai risau memikirkan, desakan hati untuk bertanya semakin kuat : "kenapa kau mempermainkan aku?". Lalu dia berkata "aku tak pernah berniat mempermainkanmu."
Aaaah... aku jatuh cinta (lagi). berilusi. sejuta bualan perasaan. sadar. hancur berkeping-keping. tapi tetap aku jatuh cinta (lagi) padanya.
dan di sisi yang lain, ia jatuh cinta pada bidadarinya. Adakah ia juga berilusi sepertiku?
Langganan:
Postingan (Atom)